No. 1 Most Applied WPC in Indonesia, Since 2003

No. 1 Most Applied WPC in Indonesia, Since 2003

Tips Merawat Produk WPC agar Tahan Puluhan Tahun

Cara merawat produk WPC (Wood Plastic Composite) agar awet puluhan tahun cukup sederhana:

Bersihkan rutin dengan air dan sabun lembut, hindari bahan kimia keras dan tekanan air berlebihan, jaga drainase tetap lancar, tangani noda sejak dini, serta periksa sambungan dan pengait secara berkala. Berbeda dengan kayu solid, WPC tidak perlu diamplas, dicat ulang, atau divernis setiap tahun.

Walaupun dikenal minim perawatan, minim bukan berarti tanpa perawatan. Kebiasaan kecil yang konsisten akan menjaga tampilan tetap rapi dan membantu produk WPC bertahan jauh lebih lama. Artikel ini merangkum langkah praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah, kafe, kantor, maupun proyek komersial Anda.

Mengapa WPC Dikenal Awet dan Minim Perawatan?

WPC adalah material komposit dari serbuk kayu dan polimer. Karena dibuat dari campuran tersebut, WPC memiliki karakter yang berbeda dari kayu alami:

  • Tahan lembap dan pelapukan sehingga cocok untuk iklim tropis Indonesia yang panas dan basah.
  • Lebih tahan terhadap rayap dibandingkan kayu alami.
  • Tidak mudah melengkung dan retak akibat perubahan cuaca ekstrem.
  • Tidak membutuhkan pengecatan atau pelitur ulang karena warna sudah menyatu pada material.
  • Ramah lingkungan. DUMA WPC memanfaatkan sisa serbuk gergaji sehingga tidak ada pohon yang ditebang untuk produksinya.
10 Tips Merawat Produk WPC agar Tahan Puluhan Tahun
1. Bersihkan Secara Rutin dengan Air dan Sabun Lembut

Debu, tanah, dan kotoran yang menumpuk bisa menjadi tempat tumbuhnya lumut dan jamur. Sapu atau lap permukaan secara berkala, lalu bilas dengan air bersih. Untuk kotoran yang menempel, gunakan sabun cair berpH netral, sikat berbulu lembut, dan gosok searah serat atau alur produk. Bilas sampai tidak ada sisa sabun.

2. Hindari Bahan Kimia Keras

Jangan gunakan thinner, pelarut, pembersih asam kuat, atau pemutih pekat. Bahan-bahan ini dapat merusak lapisan permukaan dan membuat warna tampak tidak merata. Jika ragu terhadap suatu produk pembersih, uji terlebih dahulu di bagian kecil yang tersembunyi.

3. Tangani Noda Sedini Mungkin

Tumpahan kopi, minyak goreng, saus, atau cat paling mudah dibersihkan saat masih baru. Lap segera dengan kain lembap, lalu bersihkan dengan air sabun lembut. Semakin lama noda didiamkan, semakin sulit diangkat.

4. Gunakan Pencuci Bertekanan dengan Hati-hati

Pencuci bertekanan tinggi dapat menggores permukaan dan merusak tekstur. Bila perlu menggunakannya, pilih tekanan rendah, jaga jarak semprot, dan arahkan air searah alur produk. Untuk pembersihan harian, selang air biasa dan sikat lembut sudah cukup.

5. Jaga Drainase dan Sirkulasi Udara

Air yang menggenang dalam waktu lama memicu lumut dan kotoran menumpuk. Pada area decking dan lantai luar ruangan, pastikan ada kemiringan dan celah drainase yang baik, serta jangan menutup rapat ruang di bawah decking. Bersihkan juga daun kering dan sampah yang terselip di sela papan.

6. Lindungi dari Goresan dan Benda Tajam

Pasang bantalan karet atau felt pada kaki meja dan kursi, dan angkat furnitur saat memindahkannya, jangan diseret. Hindari menjatuhkan benda tajam atau berat di permukaan produk.

7. Jauhkan dari Panas Berlebih dan Api Langsung

WPC tahan terhadap cuaca tropis, tetapi tetap perlu dijauhkan dari sumber panas langsung seperti bara rokok, arang panggangan yang jatuh, atau pantulan terik matahari dari kaca dan cermin besar. Gunakan alas pelindung di bawah alat panggangan.

8. Pastikan Pemasangan Dilakukan dengan Benar

Umur pakai WPC sangat dipengaruhi kualitas pemasangan. Gunakan rangka dengan jarak yang sesuai anjuran, sediakan celah pemuaian, dan pakai klip atau pengikat yang direkomendasikan. Pemasangan yang tepat mencegah papan bergeser, melengkung, atau berbunyi di kemudian hari.

9. Lakukan Pemeriksaan Berkala

Setiap beberapa bulan, periksa kekencangan klip, sekrup, dan sambungan. Cek juga bagian engsel dan kunci pada pintu composite, serta sambungan pada lisplank dan wall panel. Masalah kecil yang cepat ditangani tidak akan berkembang menjadi perbaikan besar.

10. Tidak Perlu Dicat, Dipelitur, atau Diamplas

Salah satu keunggulan WPC adalah warnanya sudah menyatu dengan material. Anda tidak perlu mengecat, memelitur, atau mengamplas ulang. Cukup jaga kebersihan, dan permukaan tetap tampil rapi tanpa biaya perawatan tahunan yang besar.

Jadwal Perawatan WPC yang Disarankan

Gunakan jadwal berikut sebagai panduan. Area outdoor dengan paparan hujan dan debu tinggi sebaiknya dibersihkan lebih sering.

Kesalahan Umum yang Memperpendek Usia WPC
  • Menggunakan pembersih berbahan kimia keras atau pelarut.
  • Menyemprot dengan pencuci bertekanan tinggi dari jarak dekat.
  • Membiarkan air, daun, dan kotoran menumpuk di sela papan.
  • Menyeret furnitur berat langsung di atas permukaan.
  • Memasang tanpa celah pemuaian atau dengan jarak rangka yang terlalu lebar.
  • Membiarkan noda minyak dan makanan mengering terlalu lama.
  • Mengabaikan klip atau sekrup yang mulai longgar.

Untuk panduan perawatan yang lebih spesifik pada setiap seri produk, tim DUMA®  siap membantu melalui WhatsApp.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
T: Berapa lama produk WPC bisa bertahan?

J: WPC berkualitas yang dipasang dengan benar dan dirawat secara rutin dapat bertahan hingga puluhan tahun. Usia pakai sebenarnya dipengaruhi kondisi lingkungan, kualitas pemasangan, dan kebiasaan perawatan.

T: Apakah WPC perlu dicat atau divernis?

J: Tidak. Warna WPC sudah menyatu dengan material sehingga tidak perlu dicat, dipelitur, atau diamplas ulang. Cukup bersihkan secara rutin.

T: Bagaimana cara membersihkan lumut pada decking WPC?

J: Basahi permukaan, gosok dengan sikat berbulu lembut dan sabun cair berpH netral searah alur papan, lalu bilas sampai bersih. Perbaiki juga drainase agar lumut tidak cepat tumbuh kembali.

T: Apakah WPC boleh dibersihkan dengan pencuci bertekanan?

J: Boleh dengan hati-hati. Gunakan tekanan rendah, jaga jarak semprot, dan arahkan searah alur produk. Hindari tekanan tinggi dari jarak dekat karena dapat merusak permukaan.

T: Apakah warna WPC bisa berubah seiring waktu?

J: Pada banyak produk komposit outdoor, perubahan warna ringan di awal pemakaian akibat paparan cuaca adalah hal yang wajar. Pembersihan rutin membantu menjaga tampilan tetap merata.

T: Apakah WPC tahan rayap dan air?

J: WPC lebih tahan terhadap rayap dan kelembapan dibandingkan kayu alami, sehingga sangat sesuai untuk iklim tropis. Tetap pastikan drainase baik agar air tidak menggenang terlalu lama.

Kesimpulan

Merawat produk WPC tidak rumit: bersihkan rutin, gunakan bahan pembersih yang lembut, jaga drainase, lindungi dari goresan dan panas berlebih, serta periksa sambungan secara berkala. Dengan kebiasaan sederhana ini, investasi Anda pada WPC dapat tetap tampil rapi dan kokoh selama puluhan tahun, tanpa biaya perawatan besar seperti pada kayu solid.

DUMA® WPC diproduksi oleh PT Sumber Djaja Perkasa di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan sertifikasi ISO 9001:2015 dan TKDN ±60%. Pilihan produknya meliputi DUMA® WPC Panel, DUMA® Premium Composite Door, DUMA® Deck, DUMA® XTC dan DUMA® Lisplank untuk kebutuhan hunian maupun komersial.

Ingin konsultasi perawatan atau memilih produk DUMA® WPC yang tepat?

Hubungi kami via WhatsApp: +62 811-3550-057